Manfaat Tanaman Obat Untuk Berbagai Penyakit

Manfaat Tanaman Obat Untuk Berbagai Penyakit

Selain perawatan medis, orang indonesia banyak mencari pengobatan alternatif yang bersifat alamai untuk mengobati penyakit. Nmaun perlu diingat, jika manfaat tanaman obat untuk penyakit tersebut masih memerlukan bukti yang sah dan tidak bisa menggantikan pengobatan medis yang dilakukan oleh dokter.

Tanaman obat merupakan tanaman yang bagian akar, daun, umbi, batang, atau bunganya dipercaya bisa mengobati penyakit tertentu. Banyak orang indinesua yang masih percaya akan manfaat tanaman obat untuk mengobati penyakit yang mereka derita. Berikut tiga macam penyakit dan tanman obat yang dipercaya bisa meringankan gejala atau mengobatinya.

Tanaman obat untuk berbagai penyakit
1. Diabetes
Untuk mengendalikan level gula dalam darah, penderita diabetes dianjurkan untuk makan sehat, menurunkan berat badan (jika kelebihan), rajin berolahraga, menggunakan suntik insulin, dan minum obat. Namun, selain obat-obatan dari dokter, banyak juga penderita diabetes yang juga mengkonsumsi tanaman obat.

Banyak manfaat tanaman obat yang diduga bisa mengendalikan atau menurunkan kadar gula dalam darah, beberapa diantaranya adalah ginseng, kayu manis, teh hijau, dan kunyit. Namun perlu diingat, jika manfaat tanaman obat terhadap diabetes ini masih mmebutuhkan bukti dan penelitian lebih lanjut, serta tidak bisa dijadikan pengganti pengobatan medis.

>> Mengkonsumsi ginseng diduga mampu membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 dan meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin
>> Kayu manis. Menurut sebuah penelitian, selain dijadikan bahan masaka, manfaat tanaman obat ini juga diyakini mampu membantu menurunkan kadar gula darah puasa pada penderita diabetes tipe 2 atau prediabetes
>> teh hijau. Pada sebuah studi, orang yang meminum enam gelas atau lebih teh hijau setiap hari selama 10 tahun memiliki risiko 33% lebih rendah untuk menderita diabetes tipe 2. Menurut penelitian lain pda penderita yang sudah didiagnosis dengan diabetes, teh hijau diduga menurunkan kadar glukosa puasa dan mengurangi tingkat insulin puasa.

Rheumatoid arthritis (RA)

Pada penyakit rehumatoid arthritis, sendi yang sakit, bengkak, dan kaku dipercaya bisa diredakan dengan mengonsumsi obat-obatan dan melakukan terapi. Selain itu, tak sedikit pula penderita yang mencari manfaat tanaman obat guna mengurangi nyeri yang dirasakan. Berikut beberapa tanaman obat yang dipercaya bisa mengurangi sakit sendi :

>> Mengoleskan krim yang mengandung capsicum (zat dalam cabai) dipercaya bisa mengurangi rasa sakit dan nyeri yang minor
>> Minyak ikan. Berdasarkan sebuah penelitian, mengonsumsi minyak ikan bersama dengan obat RA yang diresepkan dokter diduga dapat meningkatkan kesuksesan dalam penyembuhan
>> Mnegonsumsi kunyit atau produk yang dibuat dari kunyit dipercaya efektif mengurangi rasa sakit dan bengkak pada pasien penderita RA. Namun penelitian yang mendasari hal tersebut masih sangat kecil dan memerlukan lebih banyak penelitian lagi.
>> Jahe, diduga memiliki potensi untuk membantu meringankan gejala RA dan kemungkinan memiliki efek perlindungan tamabahan pada sendi
>> Ekstrak teh menurut sebuah penelitian, minum ektrak teh hijau dan jalan kaki tiga kali sehari selama 45-60 menit dipercaya bisa mengurangi gejala RA

Namun perlu diingat jika lima manfaat tanaman obat untuk mengurangi sakit RA tesebut masih membutuhkan bukti dan penelitian lebih lanjut, serta tidak  bisa dijadikan pengganti pengobatan medis.

Tekanan Darah TInggi

Minum obat dan mempraktikan gaya hidup sehat adalah kunci dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Tapi banyak orang indonesia yang percaya jika beberapa jenis tamanan juga mampu menurunkan hipertensi, contohnya:

>> Jahe, diduga memperlancar sirkulasi darah dan melemaskan otot-otot sekitar pembuluh darah. Kedua fungsi tadi dipercaya dapat menurunkan tekanan darah
>> Bawang putih, kandungan dari bawang putih dipercaya dapat menstimulasi pelebaran dan pelemasan pembuluh darah yang berpotensi menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi
>> Kapulaga, diduga secara efektif mengurangi tekanan darah, meningkatkan fibrinolisis (penghancuran fibrin agar aliran darah terbuka), dan meningkatkan status antioksidan.

Jika manfaat tanaman obat tersebut masih memerlukan bukti dan penelitian lebih lanjut, serta tidak bisa dijadikan pengganti pengobatan medis. Jika anda ingin mencari pengobatan alternatif dan mulai melirik manfaat tanaman obat alami utnuk mengobati berbagai penyakit, disarankan untuk berkonsultasi telebih dahulu dengan dokter ahli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *